"Apa maksudnya sejarah akan terulang?!" Fergus berteriak. Suaranya berusaha mengimbangi seruan nyaring para peramal itu. Batu kristal yang berada di tengah mereka berkilauan. Seiring kilaunya, tampilan ruangan kembali berubah. Kali ini warna hijau hutan beralih menjadi pantai. Pemandangan Kota Syre terpantul dari kristal hingga ke seluruh sudut bangunan itu. Layaknya sebuah pantulan cahaya besar, mengilusi, menyilaukan mata, mengubah segalanya. Cahaya Matahari mulai lenyap, membiarkan ruangan menggelap. Pemandangan pantai di ruangan itu mengubah waktunya menjadi malam hari. Yang menarik adalah pantai Kota Syre nampak penuh cahaya api. Mereka berusaha menampilkan saat festival tiba. Itu berarti tiga hari lagi. Fergus memandangnya dengan takjub. Matanya terbelalak, mulutnya menganga l

