Bab XXVI

1536 Kata

[Kota Belind, waktu yang sama] "Kejar dia!! Tangkap hidup-hidup!" "Jangan sampai ia menyebrang perbatasan!!" Seorang anak laki-laki terus berusaha berlari dari kejaran pasukan. Ia sudah tak mampu menghadapi mereka. Tak ada pilihan lain selain kabur secepat mungkin. Napasnya terengah. Kapan terakhir kali ia bisa bernapas dengan lega, ia sudah tidak ingat. Tak ada sehari saja hidupnya mampu dinikmati dengan benar. Ia hanya berlari dari satu tempat ke tempat lain. Bintanglah petunjuknya untuk berlari. Akan tetapi, di saat siang ia tak bisa berpegang pada bakatnya membaca bintang. Alhasil ia terus berlari, setiap ototnya yang sudah keram tetap ia paksa untuk mengambil langkah demi langkah. Sampai terseret pun tak masalah asal masih bisa maju. Sialnya, ia selalu masuk dalam perangkap. Kot

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN