Bab XXV

1387 Kata

Dalam menara tertinggi Lydei, seseorang tertawa kencang. Belum pernah ia merasakan tekanan separah ini. Lebih tepatnya, setelah sekian lama ia menjalani hidup dengan damai, akhirnya ia mendapatkan ketegangan yang telah lama menghilang. Ia mengharapkan hal itu. Ia sudah berpikir bahwa masih ada karma di atas segalanya. Langit tidak pernah tertidur, semua dilihat dan telah diatur. Mau setrampil apa seseorang memutarbalikkan fakta yang ada, kebenaran akan terkuak perlahan. Alam selalu membuka jalan untuk kebenaran. "Cukup lama aku menunggumu, Meronia.." Ia terengah. Mau sekuat apapun ia mencoba, tangannya tidak bisa bebas. Ia terantai oleh sesuatu yang gelap, mencekam bagaikan malam. Itu bukanlah benda mati, melainkan ikatan yang sangat gelap, ikatan misterius yang menenggelamkan jiwa. Laya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN