Anay mengangkat wajahnya dari layar ponsel, fokusnya meneliti wajah laki-laki yang berdiri di samping Bu Hera dan... Napasnya tercekat. Deg! Sialan! Batin Anay. "Bisa di pertimbangkan." jawab Satrya yang ikut-ikutan terkekeh, lalu berdehem, "Oh ya, gue Satrya. Welcome Bro!" "Welcome to the world Pejuang sebongkah berlian. Gue Ibas." ujar Ibas. Sagara mengernyit heran, menatap Satrya dan Ibas penuh tanya. "Itu nama Divisi kita Mas, oh ya---" Sisi mengulurkan tangannya, "Aku... Sisi." ujarnya dengan senyum shy-shy tai kucingnya. "Jiaah! Sok imut lo, dedemit!" ujar Ibas heboh dengan tatapan Jijik. Ibas berani bersumpah demi dewa, Sisi perempuan jarang di belay itu lebih cocok jadi artis dari pada kerja kantoran. Tatapan tajam Sisi padanya bisa berubah lemah lembut dalam hitungan detik

