Sejak bertemu dengan Sagara tadi, mood-nya langsung turun drastis. Jangankan semangat kerja, buat napas aja rasanya berat padahal banyak pekerjaan yang menunggu di mejanya. Oleh karena itu, Anay perlu menemui moodboster-nya. Anay tersenyum lega setelah matanya berhasil menangkap keberadaan Argan di salah satu meja kafetaria. "Be, kamu tuh dari mana aja sih? Aku cariin dari tadi." omelnya. Anay menarik kursi di samping Argan lalu duduk menghadap Argan dengan ekspresi cemberutnya yang malah terlihat lucu di mata Argan, "Telepon aku juga kenapa nggak di angkat?" tanyanya lagi terdengar galak. Argan terkekeh pelan. meletakan separuh rotinya ke piring lalu menyesap kopinya sebelum memutuskan untuk meladeni omelan Anay. "Hp aku lagi di charge di atas, Ay." jelas Argan pelan, "Kamu udah sara

