"Maaf! Maafin aku!" ujar Anay di sela-sela isakannya. Argan menggenggam kedua tangan Anay, "Ay." panggilnya. Anay Menggeleng, menolak untuk mendengarkan Argan. Argan menghembuskan napasnya panjang, "Annaya please, look at me." ujarnya memohon. Perlahan Anay mengangkat wajahnya, menatap mata Argan yang sudah memerah. "Aku! Aku yang harusnya minta maaf sama kamu, aku yang udah nyakitin kamu, Annaya." Ujarnya frustasi. "Do you still want to be with me?" tanya Anay dengan suara bergetar. Argan mengangguk tegas, menghapus air mata Anay. "I will stay with you even if you tell me to go." Argan membawa Anay ke dalam pelukannya, mengecup puncak kepala Anay. "Maaf! Aku nyakitin kamu." Anay menggeleng di dalam pelukan Argan, "Aku juga bikin kamu marah sampai ngasih buket bunganya ke security.

