21. Bagi Argan...

688 Kata

Ting! Begitu pintu lift terbuka, Argan langsung menarik Anay keluar tanpa melepaskan lengannya dari pinggang Anay. Keadaan lobby yang tidak begitu ramai setidaknya menyelamatkan Anay dari rasa malu. Sikap Argan saat ini membuktikan bahwa dia benar-benar marah. Entah karena laki-laki bernama Rio itu, kiriman bunga atau karena keberaniannya memakai rok sependek ini di kantor? Tidak, selama ini Argan tidak pernah melarangnya memakai rok atau celana pendek selama itu tidak berlebihan. Argan tahu posisinya saat ini belum pantas untuk membatasi atau mengatur kehidupan Anay. Anay punya kehidupannya sendiri begitupun Argan. sebelum keduanya di satukan oleh ikatan yang sakral, Anay punya kendali penuh atas kehidupannya sendiri. "Kunci mobil kamu mana?" Anay mengerjap. mengedarkan pandangannya,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN