Anay mengerjap matanya beberapa kali, mengedarkan pandangannya lalu sadar kalau ini bukan kamarnya. Tempat tidur Argan, bantal Argan, selimut Argan, dan ini kamar dengan Aroma Argan. Anay merubah posisi tidurnya menghadap jendela kamar Argan yang terbuka, langit sudah gelap entah berapa lama dia tertidur-ralat-menangis di pelukan Argan hingga tertidur dan entah bagaimana dia bisa terbangun di kamar ini. Anay mengeratkan selimutnya, menghirup aroma selimut yang membuat perasaannya menghangat, rasanya nyaman seperti berada di dalam pelukan Argan. Anay mendesah panjang saat mengingat bagaimana dia menangis lalu sempat merasakan gejala itu datang sebelum kesadarannya hilang, yang dia ingat hanya teriakan Argan yang panik dan memanggil namanya lalu---gelap. Klek! Anay menoleh saat pintu kama

