"Yan, menurut lo... gue salah nggak sih diemin Argan?" rengek Anay. Tian berdecak kesal. Tanpa menoleh ke arah suara, dia membuka lembaran koran dengan asal, "Drama banget sih hidup lo." "Septiaaaan!" teriak Anay kesal. Tian mendelik, teriakan Anay hampir membuat gendang telinganya pecah. "Iya-iyaaa, bawel!" dia melipat korannya asal, memutar duduknya menghadap Anay "Jadi, udah berapa hari lo marahan sama Argan?" "Dua, besok hari ketiga." jawabnya dengan wajah di tekuk. "Inget lo, marahan nggak boleh lebih dari tiga hari." tegus Tian "Iya, tapi masa gue yang harus duluan ngajak dia ngomong, harga diri gue sebagai perempuan bersegel mau di kemanain?" ujarnya berapi-api. Ya, itulah yang di ajarkan oleh Kanjeng Ratu. Sebagai perempuan bersegel maupun yang sudah buka segel di larang ker

