"Lo kenapa sih? senyam-senyum gitu, ada berita bahagia apa nih?" tanya Yaya setelah duduk di depan Anay. Ini hari senin tapi sejak pagi ia sudah merengek mengajak makan siang bersama. Masih dengan senyum mengembangnya, "Kelihatan ya?" ia terkekeh pelan, "Tungguin Tian, ya?" "Udah baikan sama dia?" tanya Yaya heran. Tumben, pikir Yaya. Biasanya setelah perang dunia berakhir mereka akan saling mendiamkan untuk dua hari kedepan karena dalam agama Islam tidak boleh marahan lebih dari tiga hari, jadi hari ketiganya pasti maaf-maafan kayak lebaran. Kurang ajaib apa coba? "Sorry telat." Tian yang baru datang langsung duduk di samping Anay, meliriknya yang tengah menatap Tian dengan senyum mengembang. Tian mengerjap beberapa kali, apa dia salah lihat? Bukannya kemarin Anay marah? Ini kenapa

