11. Yes, I do.

651 Kata

Anay mengusap dadanya, dia memang gampang kaget apalagi kalau sengaja di kagetkan. "Jangan suka ngagetin, ih!" serunya kesal. Argan terkekeh, "Kamunya aja yang kagetan! lagian main ayunan sambil ngelamun, mana rambutnya di gerai lagi." Menurut ngana siapa yang bakal kepikiran kunciran rambut, kalau bangunnya aja di seret orang? Anay mencebikkan bibirnya, "Siapa yang ngelamun? Aku tuh lagi menikmati suasana. Eh---tapi kamu kok bisa ada disini?" Argan berdiri di belakang Anay, mendorong pelan ayunannya. "Apartemen aku deket sini, setiap hari minggu biasanya aku lari keliling taman ini. Cuma hari ini ngeliat ada yang beda, pas aku samperin ternyata beneran kamu."  Argan menghentikan dorongannya saat Anay meminta turun, keduanya berjalan ke arah bangku taman, setelah Argan membeli dua bo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN