Argan menelan ludahnya dua kali, berdehem sekali lalu menyeka keringat yang turun membasahi pelipisnya. Entah kenapa suhu udara di ruangan ini mendadak panas. "Ay, aku nggak punya hubungan apa-apa sama dia." jelas Argan. Argan tahu seharusnya sejak awal dia menceritakan tentang Ayunda yang sedang gencar mendekatinya meskipun sudah di tolak berkali-kali. Kesungguhan Ayunda dalam mendekatinya memang perlu di waspadai. perempuan itu terlalu nekat dan berani, bisa gawat kalau Ayunda sampai bertemu dengan Anay. Bukan---bukan Anay yang Argan hawatirkan. Argan lebih menghawatirkan keadaan Ayunda yang mungkin saja mengalami trauma setelah bertemu dengan Anay. Ayunda dengan tingkat kecentilan di atas rata-rata itu mungkin akan langsung di gampar bulak-balik jika tertangkap basah sedang menggoda A

