Sudut Pandang Bianca Aku mengenakan salah satu gaun yang kubawa. Gaun itu bermotif floral dengan panjang hingga lutut. Aku tidak ingin memberi Regar kesan yang salah, tetapi aku juga tidak ingin datang ke restoran dengan jeans dan kaos. Setelah meraih tas dan ponsel dari meja samping tempat tidur, aku melangkah keluar ke ruang tamu. Dimas melihatku dari depan komputer dan tersenyum. Dia berjalan mendekat dan menarikku ke dalam pelukannya, menempelkan ciuman sekilas di bibirku. "Kamu kelihatan cantik banget, Bianca." "Makasih, aku bentar lagi balik." "Bianca, kamu yakin mau ketemu dia sendirian? Ibu nggak mau dia bikin kamu tambah stres di kondisi kamu sekarang," kata ibuku. "Dia nggak akan sendirian, bu Louise. Bruce udah nunggu di bar. Bianca juga tau, kalau dia kelihatan mulai kesa

