21

989 Kata

Sudut Pandang Bianca Aku terbangun, dan merasa lega saat tidak perlu buru-buru lari ke kamar mandi. Kuulurkan tanganku dan menyadari kalau aku sendirian di tempat tidur. Gelombang kekecewaan menyelimuti diriku saat menyadari Dimas tidak berbaring di sebelahku. Pikiranku mulai melayang pada apa yang akan terjadi ketika aku bisa pindah ke rumahku minggu depan. Ya Tuhan, ada apa denganku? Aku bahkan belum bercerai, dan kami baru berpacaran beberapa hari, tapi aku benci membayangkan dia yang tidak ada di sana saat aku bangun di pagi hari. Aku berusaha mengusir pikiran-pikiran itu ketika pintu kamar terbuka dan dia masuk dengan membawa sebuah nampan. "Selamat pagi, cantik. Gimana perasaanmu pagi ini?" tanyanya sambil tersenyum, dan aku pun ikut tersenyum. "Um.. Sebenarnya lumayan enak sih p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN