Sudut Pandang Bianca Saat kami dalam perjalanan pulang ke hotel, ponselku berdering. Aku mengeluarkannya dari tas dan memeriksa layar ponsel. Nomornya tidak dikenal, tetapi aku memberanikan diri untuk mengangkatnya. "Bianca, ini saya pengacara Simon. Saya cuma mau memberi tau bahwa perintah penahanan sudah disetujui. Pastikan, jika dia menghubungimu dengan cara apa pun, kamu segera melaporkan ke pihak berwenang." "Aku bukannya enggak mau berterima kasih, tapi kok cepet banget ya," kataku. Dia tertawa, dan aku penasaran apa yang lucu. "Ya, anggap saja kamu punya teman di tempat tinggi," jawabnya sebelum memutuskan sambungan. Aku melirik Dimas yang masih fokus mengemudi. "Tolong bilang sama aku kalau kamu enggak nyuap hakim supaya perintah perlindungan itu cepat keluar," ujarku. Aku

