Fatin mencium tangan papahnya berulang kali dan terus menerus menangis. Fatin membayangkan betapa beratnya jika harus melihat kepergian papahnya. Selama hidupnya Fatin belum pernah bisa membuat papah bahagia. Sejak kecil Fatin selalu bangkang dan menjadi anak yang nakal. Mungkin sifat berontak anak-anak karena kehilangan ibunya. Bahkan saat Fatin remaja pun, Fatin belum juga bisa membuat papah bahagia. Padahal papah selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk Fatin. Sampai masalah jodoh pun papah pilihkan yang terbaik. Namun sifat labil anak remaja Fatin membuatnya salah pilih. Fatin berontak dan bangkang terhadap papahnya. Fatin tidak mau dijodohkan dan akhirnya Fatin kabur dari rumah dengan laki-laki pilihannya sendiri. Tentu saja. Laki-laki pilihan Fatin yang bernama Andre justru me

