“Kenapa kau terlihat sangat bahagia?” tanya Dave saat senyuman tidak luntur di bibirku. “Aku tidak mau berbagi kebahagiaan denganmu” cibirku. “Siapa juga yang mau bahagia sama kamu!” sinis Dave. “Bisakah kau diam saja Dave, kau mengganggu momen bahagiaku!” ucapku sedikit menaikkan intonasi bicaraku. “Terserah kau saja!” Selesai mandi dan mengaplikasikan skin care di wajahku, aku merebahkan diri di ranjang, sepertinya Dave masih asik di ruang kerjanya, entah kapan aku bisa bercengkrama dengan Dave sebelum tidur, menceritakan apa yang terjadi di siang hari dan berbicara masalah apapun dengannya. Namun sepertinya hal itu tidak akan pernah terjadi, kami akan bercerai setelah anak ini lahir, dan sepertinya hingga hari itu tiba, Dave akan selalu tidur memunggungiku. Keesokan harinya, kaba

