Ayah Margaret terlihat membuang nafas kasar, lalu dia mendekatiku dan memberikanku sejumlah uang. “Minta maaf padanya! anggap ini sebagai ganti bajumu yang kotor” perintah ayah Margaret. “Putri Anda yang telah menabrakku, kenapa aku yang harus minta maaf?” tanyaku. “Tidak usah keras kepala! cepat minta maaf!” desis Ayah Margaret. “Jadi begini caramu mendidik putrimu? pantas saja etikanya minus!” cibirku. “Kau bilang apa?” raung Margaret. “Kau tidak tahu siapa aku? aku bisa saja menghancurkan hidup perempuan sombong sepertimu” sinis ayah Margaret. Aku jadi kesal pada Dave, gara gara dia mengganti rok spanku dengan celana panjang katun, penampilanku jadi kurang terlihat wow dan mewah, makanya mereka berani meremehkanku seperti ini. “Kau yang tidak tahu siapa aku! aku yakin pernah mel

