#19 - Decision

1834 Kata

Pernikahan yang dia rasakan, anak yang dia miliki, bahkan kebahagiaan yang dia dapatkan dari keluarga kecil itu semuanya hanya kebohongan. Kemarahan memenuhi Nik. Rasanya sangat menyakitkan karena apa yang dia percayai nyatanya, ternyata adalah sebuah ilusi. Tanpa sadar Nik menghela napas dalam. Setiap kali dia teringat akan kenangan-kenangan bersama Sofia dan Theo kepalanya langsung pening dan dadanya sesak. Entah setan dari mana, tiba-tiba saja Nik meraih remote TV yang berada di nakas. Kemudian, melempar benda itu kuat-kuat ke depannya. Melepaskan amarah yang Sofia sebabkan karena membohonginya. “SIALAN!” teriak Nik setelah puas menghancurkan remote TV. Tahu-tahu saja pintu kamarnya terbuka. Refleks, Nik menoleh. Natalia muncul dengan ekspresi wajah terkejut. Terlihat tersengal jug

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN