Dari ujung ke ujung satu-satunya yang dia temukan hanyalah kegelapan. Hening, membuat Nik celingukan dengan ekspresi bingung. Di mana dia? Mengapa dia bisa di sini? Mana jalan yang harus dia lalui? Dan masih banyak lagi pertanyaan dalam kepalanya yang harus terjawab. Hingga sebuah cahaya terang menyorotinya. Refleks, Nik merunduk untuk melihat jalan. Kemudian, dia pun berjalan mengikut kata hati membawanya. Fokusnya juga terbagi dengan sekitar. Berharap di tengah-tengah jalan gelap ini dia menemukan seseorang. Setidaknya, dia tak sendirian. Sayangnya, lama sekali dia berjalan, tapi tetap hanya dia di sini. “SOFIA!” Tiba-tiba saja Nik meneriakan nama wanitanya ada bayangan Sofia muncul dalam benaknya. Berharap jika dia berteriak, maka Sofia akan muncul entah dari mana. Hanya saja, teriak

