Pulang. Kembali ke rumah. Kata-kata tersebut mendadak tak lagi bermakna dalam benak Nik. Ketika semalam dia sampai ke griya tawangnya, pria itu terlalu lelah hingga langsung terlelap begitu menyentuh tempat tidurnya. Namun, saat pagi ini dia terbangun. Menatap sekeliling dan tak menemukan seseorang di sebelahnya yang memeluknya erat ataupun suara ribut-ribut dari seorang balita, kesunyiaan yang dia suka dalam penthouse-nya mulai dia benci. Nik menghela napas dalam. Kepalanya menggeleng, melarang keras dirinya mengingat memori di Sisilia itu. Bergegas dia beranjak dari kasur, lalu memasuki kamar mandi. Waktunya dia untuk mandi, kemudian siap bekerja. Karena satu-satunya yang membuat pria itu melupakan masalah ada tenggelam dalam rutinitas yang dia sukai, Valerio Tech. Kurang lebih satu ja

