Fokus Nik terbagi-bagi, antara rapat yang sedang berlangsung dan juga Sofia. Berkali-kali pikiran pria itu berkelana pada kejadian semalam, ketika dia mendengar Sofia menyebutkan nama Enzo. Nik luar biasa penasaran, apa yang mereka bicarakan di telepon dan kenapa harus menelepon semalam itu. Apakah Enzo tidak tahu bahwa Sofia milikku? Kedua tangan Nik mengepal kuat. Kekesalan menguasainya. Namun, saat teringat bahwa dia pernah berkata bahwa dia tidak menginginkan Sofia, seketika Nik tertampar. Kata-katanya sendiri seperti pengingat keras bahwa pria itu tidak berhak melarang atau mencampuri urusan Sofia. Deringan ponsel Nik sontak menarik pria itu kembali ke dunia nyata. Refleks, diraihnya ponsel di dekat laptopnya yang terbuka. Saat menemukan nama Sofia, tanpa pikir panjang pria itu lan

