Pernah menunggu cukup lama pernyataan cintanya berbalas, akhirnya Nik bisa mendengar Sofia mengatakan hal itu langsung di depannya. Namun, keadaan mereka pada momen itu dan sekarang bukanlah waktu yang tepat. Walaupun tidak bisa dipungkiri, pernyataan cinta Sofia terus menetap dalam kepalanya. Membuat jantungnya berdebar tak keruan. Bahkan, dia bisa merasakan kupu-kupu berterbangan di perut dengan suka cita. Ah, sial! Kenapa harus sekarang? Nik mulai frustrasi. Kedua tangannya mengacak-acak rambut. Dirinya yang dulu dan sekarang telah berubah. Begitu bertemu dengan Sofia, semua prinsip yang dia anut untuk hidup pelan-pelan mulai mengabur dan berubah. Kepalanya memang terus-menerus memerintahkan untuk mengabaikan Sofia. Namun, hatinya terpaksa mengakui bahwa pernyataan cinta yang dulu dia

