Seperti yang semua orang ketahui, bahwa waktu itu terus berjalan dan tak pernah ada berhentinya walau sedetik saja. Namun, siapa sangka, hari seperti ini akan datang juga. Hari di mana dia akan menghabisi Ben dengan kedua tangannya sendiri. Nik siap melayangkan balas dendam karena apa yang Pamannya itu perbuat kepadanya; Melubangi punggung dan hampir perutnya juga, membakar habis rumah orang tuanya, menculik orang tua dan adiknya hingga hampir membunuh mereka sampai-sampai ketiganya harus menjalani sesi terapi bersama psikolog demi menghilangkan trauma. Terakhir yang paling menyakitkan adalah membuat Nik kehilangan calon anaknnya dalam rahim Sofia. “Nik.” Panggilan Sofia mengembalikan pria itu ke dunia. Dia menoleh. Wanitanya tengah memamerkan senyum lembut seraya mengusap sisi wajah N

