Begitu mendapatkan telepon dari Enzo, Nik dan Sofia langsung bergegas menuruni kamar yang berada di lantai dua menuju ke lantai bawah, lebih tepatnya adalah menuju ruang kerja umum di sana. Sofia mengaku bahwa tempat itu jarang digunakan, karena baik dirinya dan almarhum suaminya lebih suka menggunakan ruang kerja mereka yang ada di dalam area private di lantai dua. Mereka memilih berada di sana sambil menunggu kedatangan Vero dari bandaran. Detik dan menit yang pria itu lalui terasa sangat lama. Jantungnya berdebar kencang. Tak pernah dalam hidupnya, dia membayangkan akan berada dalam situasi sepanas ini, perang. Dan hari ini, dia dan Sofia telah bertekad untuk mengakhiri konflik berkepanjangan yang Ben ciptakan. Sofia tengah berdiri di depan jendela. Pandangannya fokus pada sesuatu di

