Dalam hitungan menit dan dengan bantuan dua anak buah Sofia, tubuh Vero kini sudah terikat kencang di kursi yang sejak tadi wanita itu duduki. Ekspresinya terlihat marah. Bahkan, berkali-kali sekretaris Nik itu merontah sambil berteriak minta dilepaskan. Sayangnya, wanita itu langsung bungkam begitu Sofia mendekatkan pistol ke kepalanya, berikut ancaman yang terlontar. “Kau tahu, Vero, menembak tepat di kepalamu akan membuatmu langsung pergi ke langit. Selamat tinggal harta yang kau inginkan itu.” Perlahan Nik beranjak dari kursinya, lalu memutari meja. Didudukinya tepi meja sembari bersedekap tangan. Matanya menatap Vero dengan ekspresi dingin. “Kau tahu kan, Vero, bahwa aku sangat membenci pengkhianat? Dan kau berhasil menghancurkan kepercayaanku kepadamu selama lima tahun terakhir.”

