“Dasar anak-anak nakal ini.” “Kami bukan anak-anak, Pak Tua.” “Ya, bagus sekali. Kalian memang bukan anak-anak, tapi kalian nakal. Bagaimana bisa kalian membuatku repot dengan penyelidikan tambahan itu? Apa yang kalian lakukan tanpa sepengetahuan kami, hah?” Omelan Duke Ollardio terus mengalir tiada henti. Ditatapnya Ansel dan pria beruban itu tanpa minat. Bertiga di ruang rapat dan berdebat dengan seseorang yang baru pulang dari kerajaan tetangga adalah hal pertama yang Ansel lakukan untuk menyambut kepulangan sang duke. Dua jam yang lalu, mereka mendapatkan surat dari istana, memberitahukan rapat darurat parlemen bersama Yang Mulia Raja. Tetapi, begitu ia dan Ansel tiba, tiada satu pun kereta kuda maupun manusia di ruang rapat. Setidaknya dugaan Lucian tidak meleset tentang rapat pa

