62. Late Regret

1118 Kata

Lucian tidak menyangka Ionna akan menemuinya dengan cara seperti ini. Ia baru saja keluar ketika urusannya dengan Ansel hari ini dirasa selesai, namun begitu ia menutup pintu, sebuah tangan tiba-tiba menarik dan membawanya masuk ke dalam kamar kosong. Ionna mengunci pintu kamar setelah memastikan tiada orang yang mengikuti mereka. Gadis itu kemudian berbalik, menyandarkan punggung ke pintu sambil mengembuskan napas berat. Lucian tidak mengatakan apapun dan justru terheran-heran karena lagi-lagi Ionna tidak memikirkan kebijaksanaannya. “Apa yang kalian sembunyikan?” “Bukankah saya yang seharusnya menanyakan itu?” Sekilas Lucian dapat menangkap keterkejutan singgah dalam paras ayu sang lady. Tak butuh waktu lama bagi Ionna mengatur ekspresinya. Pada detik berikutnya, wajah gadis itu kemb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN