Ini bukanlah tempat pertemuan yang sempurna. Evangeline tidak berhenti menengok ke kanan dan kiri, memeriksa keadaan, bersembunyi di balik pilar marmer raksasa. Seorang kesatria yang mempimpin tiga orang pengawal berpatroli melintas dan memberi salam, menawarkan bantuan untuk menunjukkan jalan seandainya Evangeline tersesat. Evangeline pun harus memutar otak untuk menolak bantuan itu. Beruntung Duke Barten tiba tepat waktu. Pria itu berkata dirinya-lah yang akan mengantar Evangeline kembali ke hall. Dengan demikian, mereka bisa lolos dari kecurigaan dan pertemuan ini akan dianggap kebetulan semata. “Selamat sore, Lady Evangeline. Membaca air mukamu, kelihatannya kau tidak terlalu menikmati pesta, ya,” goda Ruford, sengaja memperburuk suasana hati Evangeline yang bermuram durja. Ia mele

