Matahari mulai menyingsing naik. Membangunkan beberapa orang yang terlelap di dalam tidurnya. Bahkan Akira yang biasanya terlambat bangun saja, entah kenapa pagi ini ia telah siap dengan seragam sekolah yang membaluti tubuh mungilnya. Membiarkan Ulya terlelap di bawah selimut hangat. Semalam Akira memang tidur lebih nyenyak daripada biasanya. Mungkin karena kehadiran Ulya yang tanpa sadar membuat dirinya merasa lebih baik. “Lo kok enggak bangunin gue sih,” sungut Ulya kesal mendapati Akira tengah berdiri di depan cermin sambil menyibukkan diri mengikat dasi abu-abu di kerahnya. “Tadinya mau gue bangun setelah gue selesai pasang dasi, tapi lo keburu bangun duluan,” jelas Akira sambil meletakkan handuk di sisi ranjangnya. “Mandi dulu, habis itu ketemu Kakek Hasbi di bawah.” Belum sempat

