39. A Heart That is Hurt

1162 Kata

Sebuah notif masuk ke ponsel ber-case hitam milik Akira. Sang pemiliknya pun melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 8. Tanpa pikir panjang Akira langsung meraih ponsel tersebut dan melihat nama ‘Teh Echa’ di sana. Teh Echa Hari ini latihan, Ra. Akira Cempaka Putih, ‘kan? Teh Echa Iya Setelah mendapat persetujuan dari Kakek Hasbi yang membutuhkan beberapa menit untuk membujuk, Akira pun meraih tas ranselnya sambil memeriksa kembali barang bawaannya. Kali ini Akira berangkat menggunakan motor, jika biasanya ia menggunakan sepeda. Angin malam menyeruak riang membelai sisi wajah mungil Akira. Terlihat lampu temaram jalan raya menyiari sepanjang jalan dengan nuansa kemerahan. Namun, ada pula jalanan yang nampak gelap karena lampu jalan mati. Tetapi, tidak membuat Akira takut. Tak l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN