Tadinya Akira akan meminta maaf pada Alvaro karena sudah paham selama ini. Tidak seharusnya ia bersikap seperti anak-anak. Namun, ia harus menelan bulat-bulat permintaan maaf itu. Sebab, pagi ini ia mendengar bahwa Alvaro tengah berada di ruangan Kakek Wijaya. Kedua memang jarang sekali bertemu di tempat umum seperti ini. Yang membuat Akira tidak mengerti adalah kehadiran Dzaky di sana. Lelaki tampan nan gagah itu berdiri tepat di depan pintu Kakek Wijaya tanpa berniat masuk sama sekali. Karena penasaran Akira pun menghampirinya. Tentu saja tangannya tidak kosong. Ada beberapa buku milik Devin dan Ken yang kebetulan berada di dalam lokernya. Kali ini ia tidak akan membiarkan kedua sahabatnya itu menaruh buku sembarangan. Sebab, bukan hanya dirinya yang susah, melainkan kedua temannya itu

