Perkataan Romi masih terdengar jelas di telinga Akira. Berkali-kali perempuan mungil itu hampir menabrak sesuatu berkat lamunannya yang kembali hadir. Bahkan ia tanpa sengaja menyenggol salah satu pejalan kaki yang kebetulan melintas, membuat perempuan mungil itu terkena masalah. Akibatnya sang pejalan kaki pun mengomel kesal, namun tidak membuat ia sama sekali marah, melainkan dirinya tidak bergeming menatap wanita anggun yang masih mengomel tanpa jeda. Setidaknya perasaan gamang Akira sedikit terobati akibat omelan wanita anggun yang menurut dirinya cantik. Ia tidak marah atau pun tersinggung akan ucapannya. Akira pun mulai melangkahkan kaki memasuki pintu mansion yang nampak sepi. Padahal hari ini bukanlah akhir pekan, namun entah mengapa para maid yang biasanya berkeliaran kini tidak

