Setelah selesai nongkrong pun Akira bergegas kembali ke apartemen yang ditawarkan Dzaky. Memang setelah lelaki itu pulang, Akira langsung membereskan semua barang-barangnya, karena ia pun sadar jika tinggal di toko roti yang sebesar itu pasti membuat Teh Echa sedikit tidak nyaman. Apalagi ia tahu bahwa perempuan itu sering kali mengajak beberapa teman lelakinya untuk datang, dan daripada menjadi masalah Akira mendingan menghindar dari masalah. Itu lebih baik daripada harus menimbulkan masalah baru. Satu-satunya alat transpotasi untuk menghemat keuangan pun dengan mengayuh sepeda yang sudah lama menemani dirinya. Awalnya ia pun tidak berniat untuk mengambil sepeda itu, namun berkat usahanya Bi Mar yang telah repot-repot mengantar sepeda milik Akira ke sekolahnya, ia pun mau tak mau harus m

