Seisi kelas 11 IPA 1 mulai memenuhi lapangan utama. Di sana terlihat sedikit banyak siswi yang mengeluh kepanasan. Sangat berbeda dengan Akira yang memandangi satu per satu jendela lantai atas. Tepat di hadapan dirinya adalah kelas Alvaro. “Nyari Alvaro?” bisik Cyra jahil. “Enggak. Gue cuma kesel lihat anak-anak itu pada ngomongin kita,” jawab Akira malas. Ia berusaha menutupi kebohongannya pada Cyra. Memang sangat mudah Akira membohongi Cyra, karena perempuan modis itu tidak dapat membedakan wajah berbohong Akira. Hanya Devin dan Ken-lah yang dapat menyadarinya. Cyra merenggut kesal. “Gue juga kesel sama mereka. Padahal ini pertama kalinya kita dihukum, tapi wajah mereka itu rasanya ingin gue cakar.” “Salah kita juga sih jamkos malah berisik, padahal tugas udah di sampaika

