Setelah pergulatan besar dengan batinnya, pagi ini Alvaro bersiap untuk melakukan rutinitasnya dengan bersekolah. Kali ini ia menggunakan sepeda gunung pemberian papahnya waktu lalu. Alvaro merasa tidak ada salahnya menggunakan sepeda, karena sekolah tidak akan ada yang tahu bahwa dirinya cucu dari pemilik sekolah itu. Dengan tas punggung berwarna hitam yang sudah terparkir cantik, Alvaro mulai mengayuh sepedanya menuju gerbang mansion. Sedikit melelahkan memang perjalanan dari mansion menuju gerbang utama. Sebenarnya ada saja gerbang samping yang sering digunakan para maid, tetapi ia cukup malas untuk melintas di sana. Ada banyak teman sekelasnya yang kebetulan tinggal di daerah ini. Tentu saja ia merasa tidak nyaman akan keberadaan sebagai siswa baru di sekolahnya. Karena jika sa

