Sebuah ember terayun tepat di atas kepala Akira. Aliran deras air berbau cairan pembersih lantai menyengat hingga ke indra penciuman perempuan mungil itu. seluruh tubuhnya basah kuyup dari ujung kepala hingga ujung kaki, bahkan airnya pun masih menetes. Mata Akira seketika memanas kala menatap tubuhnya yang terekspos jelas. Spontan kedua tangannya menutupi area d**a sambil meringis sakit. Air matanya seketika meluncur bebas saat Akira menatap Ira yang tersenyum miring. Akira meneguk air liurnya kaku. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Ira akan berbuat sekeji ini. Ini adalah perbuatan bullying. Hal yang tidak pernah dibenarkan bagi siapa pun. Karena pihak yang dirugikan adalah sang korban. Kejadian pembullyingan tersebut tak luput dari perhatian Alvaro. Kedua tangan laki-laki

