26. Thank You

583 Kata

“Ra, kenapa ya kipas itu menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi enggak mau nyebrang,” celetuk Devin menunjuk salah salah satu kipas angin yang menempel di dinding.   Cyra menoleh, lalu menggeleng pelan.   “Kalau nyebrang gue orang pertama yang langsung lari,” sahut Ken bergidik ngeri.   “Gue juga langsung lari, anjir!” balas Devin tak mau kalah.   “Apaan sih garing banget,” gerutu Cyra sedikit kesal, lalu kembali memainkan ponselnya yang menampilkan sebuah room chat yang bernama Luthfi.   Cyra menegakkan tubuhnya sambil menatap Devin bingung. Kemudian, dirinya mengikuti arah pandangan Devin yang mengarah tepat pada bangku milik Akira. Walaupun sesekali melihat pintu masuk kelas.   Seakan mengerti Cyra pun menyenggol bahu Ken pelan. Tentu saja ia buru-buru membungkam mulut Ken denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN