77. Fool Stupid

1092 Kata

Setelah kejadian pagi tadi, Jenia memang tidak ada hentinya memukul-mukul kepala pelan. Ia merutuki kebodohan lagi, karena hampir saja terjatuh pada pesona lelaki yang sudah sangat mantap akan ia hindari. “Aduh, Jenia!!! Fokus dong jangan ke mana-mana pikirannya,” ucap Jenia mengomeli dirinya sendiri. Namun, semakin Jenia ingin menghapus ingatannya, semakin pula ingatan itu melekat di dalam pikirannya. Betapa tegasnya rahang Dzaky pun masih tergambar jelas. Apalagi d**a bidang yang terbalut kemeja itu nampak sangat menggoda. Di tengah pergelutan pikirannya, ponsel Jenia berdering nyaring. Menampilkan sebuah nama yang mengusik dirinya pagi ini. “Ada apa, Pak?” tanya Jenia berusaha mengontrol nada bicaranya. “Tolong kamu cari berkas mengenai pertemuan Ayah saya kemarin,” titah Dzaky den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN