78. Be Brave

841 Kata

Angin sepoi-sepoi mulai menyelimuti tubuh mungil Akira yang merebahkan diri di gazebo depan. Padahal tempat itu sama sekali tidak boleh digunakan untuk tidur-tiduran, tetapi perempuan mungil berpakaian piyama biru polos itu seakan menganggapnya angina lewat. Suasana hati Akira memang sedikit kesal setelah mendengar bahwa Kakek Hasbi ada perjalanan bisnis. Namun, ia juga tidak dapat memungkirinya bahwa kali ini begitu mendadak dan tanpa berpamitan padanya. “Nona Akira, masuk ke dalam yuk! Di sini banyak angin nanti bisa sakit,” tegur salah satu maid yang kebetulan melintas. Akira menatap maid itu datar, ia sama sekali tidak ingin masuk, terlebih di mansion sebesar itu tidak ada satu orang pun yang mampu membuat dirinya merasa nyaman seperti Bi Mar. Ngomong-ngomong soal Bi Mar, Akira jad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN