Sejak kepergian Kakek Hasbi yang tanpa kabar, Akira menjadi sesosok yang pendiam. Bahkan di kantor pun ia menjadi bos kecil tanpa suara. Walaupun sering kali memimpin rapat, tetapi Akira sama sekali tidak memikirkan pekerjaannya. Seperti saat ini, entah sudah berapa hari berkas-berkasnya itu bertengger di ruangan miliknya. Namun, tidak ada satu pun yang berani menegur Akira. Beberapa dari mereka hanya diam, lalu pergi meninggalkan berkas. Pikiran Akira pun sudah dipenuhi urusan kantor yang tidak ada habisnya. Setiap hari ia harus mengadakan rapat dewan yang diselenggarakan secara mendadak. Selain itu, ia juga harus memantau perkembangan foundation yang ada di bawah kendalinya. Walaupun ia sangat sibuk, tetapi dirinya masih sempat memikirkan Kakek Hasbi. Kini Akira baru bisa bernapas lega

