“Baik. Terima kasih atas kerja samanya. Selamat beraktivitas kembali!” ucap Alvaro menutup rapatnya. Laki-laki tampan dengan wajah imut seperti bayi itu membereskan bahan-bahan rapat dengan gerakan sedikit terburu-buru. Beberapa karyawan menawarkan untuk memberikan bantuan, tetapi dengan bahasa yang sehalus mungkin Alvaro menolaknya. Kali ini ia tidak ingin melewatkan kesempatan menjemput Akira di bandara. Sejak Akira menelpon kakeknya dan mengatakan bahwa perempuan mungil itu memenangkan ajang bergensi seperti ini. Sontak Alvaro memekik kegirangan di belakang tubuh Kakek Wijaya sambil menggit bibir bawahnya perlahan. “Kek, Akira menang?” tanya Alvaro acuh tak acuh melempar semua berkas yang ada di tangannya kearah sofa duduk yang membentuk huruf L. “Iya. Hari ini dia langs

