62. Assertive

1083 Kata

Mulut kecil itu berulang kali mengembuskan napasnya pelan. Matanya yang cantik itu pun mengerjap pelan sambil sesekali bibirnya memilin tipis. Kaki jenjangnya ia gerakkan sesekali dengan perlahan. Pendingin ruangan pun ia naikkan suhunya, membuat ruangan itu sedikit panas. Apalagi pintu ruangan tebal itu tertutup rapat, seakan sang pemilik tidak ingin diganggu siapapun. Hari ini adalah hari kedua Akira menjalani kesehariannya di perusahaan. Dari hari pertama hingga kedua, Akira sama sekali tidak merasakan hal apapun selain kesal dan marah. Sebab, seluruh karyawan di kantor mengucilkan dirinya. Padahal ia hadir hanya untuk belajar menjalankan perusahaan, namun dengan teganya para karyawan malah menggunjingkan dirinya dengan mengatai bahwa ia adalah anak yang tidak dianggap. Cih! Memangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN