Di tengah mengamati foto tersebut, tiba-tiba ponsel Alvaro menampilkan sebuah panggilan dari Zulfan, teman kelas sekaligus kolega dalam bisnisnya. “Halo, Zul,” sapa Alvaro tepat menempelkan ponselnya di telinga kanan. Di seberang sana, Zulfan terlihat mengenakan pakaian santai dengan sepatu olahraga. Sepintas lelaki itu nampak seperti habis lari santai. “Tadi lo nanya soal Akira, ‘kan?” Alvaro buru-buru meletakkan kembali pigura foto di tempatnya semula. Lalu, melenggang pergi ke arah pintu dengan masih menempelkan ponsel di telinganya. “Ada kabar apa, Zul? Buruan kasih tahu gue.” Zulfan menggeleng pelan mendengar nada tidak sabaran dari temannya ini. “Mendingan lo ke sini dulu, nanti gue jelasin.” Tanpa pikir panjang pun Alvaro langsung bergegas menghampiri Zulfan. Ia tahu di mana Zu

