Langit berwarna kemerahan mulai merayap, pertanda hari mulai malam. Namun, tidak untuk Akira yang masih setia memandangi padatnya jalan raya. Terduduk di pinggiran taman kota tidak membuat perempuan mungil berseragam SMA itu merasa risih, walaupun beberapa kali ia mendapati tatapan beberapa orang di sana dengan pandangan tidak enak. Namun, tidak ada satu pun yang mampu mengusik ketenangan Akira. Dengan berbekal earphone putih berkabel menjulung ke dalam tas, ia mulai mendengarkan musik. Mulai dari lagu Barat hingga lagu kesukaannya, berbahasa Cina/Mandarin. Damainya suasana kali ini didukung oleh ungkapan Alvaro tadi. Sebenarnya Akira pun belum menjawab, sebab jantungnya yang berdetak begitu keras membuat dirinya kesulitan mendapatkan keseimbangan. Ia takut kalau tiba-tiba mulutnya berka

