Masalah hati memang selalu tidak terduga. Perihal sakit atau tidaknya tergantung pada pemilik hati tersebut. Jika kita berani bermain api, maka kita harus siap terbakar oleh api tersebut. Entah hangus terbakar atau berusaha memadamkan api. Semakin kuat perasaan seseorang, semakin kuat pula perasaan terhianatinya. Lebih baik sakit sekarang daripada harus menunggu esok hari. Sebab, belum tentu hari esok kita akan hidup kembali. Akira menatap pantulan dirinya di hadapan cermin yang mengembung. Wajahnya terlihat lebih kusut daripada kemarin. Bahkan hari ini ia sengaja bangun terlambat agar dapat menghindari kedua orang tuanya. Ia tidak ingin melihat wajah Khansa dan Romi hari ini. “Nona, Bi Mar bawakan sarapan.” Suara Bi Mar terdengar jelas di telinga Akira. Cepat-cepat ia merubah ekspresi

