23. Do Not Accept

953 Kata

“Kita langsung ngantin atau ke perpus?” tanya Cyra sambil membereskan buku-bukunya.   “Ngantin aja daripada harus berdesakan,” jawab Akira melenggang pergi ke arah bangku milik Devin dan Ken.   Di sana nampak Devin yang asik dengan tidur panjangnya, sedangkan Ken hanya diam sambil berpindah posisi tak nyaman. Kedua laki-laki itu kompak merebahkan diri di jejeran kursi barisan belakang.   “Kalian enggak ke kantin?” tanya Akira merendahkan tubuhnya tepat menghadap ke arah dua laki-laki itu yang saling menumpukan kepalanya di atas tumpukkan tas yang entah milik siapa.   Ken melirik Akira sekilas. “Ayo, gue juga lapar.”   Devin bergumam pelan sambil mengusap wajahnya, “Kalian duluan aja. Gue mau ke toilet.”   Akira menegakkan tubuhnya kembali, dan menatap Cyra yang tengah sibuk mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN