49. One by One

999 Kata

Rasa penat dan lelah seketika menghilang saat Akira mulai merebahkan diri di lapangan basket indoor. Tidak biasanya perempuan itu berada di sana, namun yang menjadi pusat perhatiannya adalah kehadiran Alvaro dan teman-temannya. Kini mereka semua bersama-sama merebahkan diri. Tidak ada satu orang pun di sana yang beranjak, meskipun bel tanda istirahat telah selesai. Padahal masing-masing kelas mereka mendapatkan jam pelajar guru kliller. Namun, se-killer apa pun guru itu tidak berarti bagi Akira. Karena perempuan mungil bertampang good girl itu nyatanya seringkali bolos dari kelas. Baik itu sendirian maupun bersama kedua sahabatnya, Ken dan Devin. Tak lama kemudian, salah satu dari mereka pun terbangun, membuat Akira ikut mendudukkan diri. Sebab, dirinya adalah satu-satunya perempuan di s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN