Sapuan angin malam tidak membuat Akira beranjak dari tempat duduknya. Entah sudah berapa lama ia terdiam menghadap ke langit. Tidak ada satu bintang pun di sana, membuat Akira mentertawakan dirinya sendiri. Bahkan bintang pun tak merasa kasihan padanya. “Dunia ini lucu banget, ya. Disaat lo butuh sandaran malah enggak ada satu pun yang mau menerimanya,” ucap Akira pada dirinya sendiri. Hatinya terasa sakit saat mengingat percakapan tadi di telpon. Ia sempat menghubungi Cyra, namun perempuan modis itu mengatakan bahwa tengah sibuk dengan kekasihnya. Membuat Akira merasa kesal sejenak, walaupun tak lama, tapi mampu membuat dirinya merasa kecewa. Mengapa dari sekian banyak temannya, hanya Cyra yang tidak bisa. Egois memang jika ia harus terus-terusan mengandalkan Devin dan Ken. Karena ia

