"Argh... bagaimana bisa Airin dan Rendy tinggal di lingkungan toxic begini," umpat Kalix sembari mengacak rambut hitamnya. Ia keluar dari Minimarket sambil menenteng kantong kresek berisi roti dan sebotol air mineral. Saat matanya tertuju ke arah mobil yang terparkir di jalan, ia melihat seorang wanita berambut coklat yang tergerai indah menggunakan dress berwarna putih dengan payung di tangannya berjalan di tepi jalan padahal matahari sedang terik-teriknya. "A-irin," gumamnya. Rasanya ia ingin berlari ke arah Airin, namun ia berusaha untuk menahan gejolak itu. Matanya tertuju ke arah perut Airin yang memang sudah membesar. "Airin... " gumamnya. Terdengar suara teriakan seorang pria dari seberang jalan membuat Airin dan Kalix menoleh ke arah yang sama. Edwin berada di dalam

